Minggu, 17 Agustus 2014

Lagu Korsa 1 SMK Ma'arif 1 Kebumen

Dari Segala Penjuru..
kami datang untuk bersatu..
Siang malam tak terasa..
Pendidikan di Pramuka..

Oaio,xxx oaio, xxx, oaio, oaiyoo... 2x

Inilah Kami Pramuka Ma'arif
Semangat Kami Membara
Karena kami  Pramuka Ma'arif
Sellu Tampil Meyakinkan     PASTI...!!

Arti Lambang PRAMUKA

Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini diciptakan oleh Soenardjo Atmodipurwo, seorang pegawai tinggi Departemen Pertanian yang juga tokoh pramuka.
Lambang ini dipergunakan pertama kali sejak tanggal 14 Agustus 1961, ketika Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno menganugrahkan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961.




Adapun Arti Kiasan dari Lambang Geerakan Pramuka sebagai berikut:
  1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
  2. Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.
  3. Nyiur dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun
  4. Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.
  5. Akar nyiur kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.
  6. Nyiur pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusabangsa dan agama.

Badge Jawa Tengah

Badge lambang pramuka Jawa Tengah

Di Indonesia terdapat 33 Badge pada setiap Kwartir daerah, namun yang saya bahas disini adalah Badge Jateng.
Pendiri Badge Jateng adalah R. Soebandiyono.

Adapun makna atau arti yang terkandung dalam lambang kwartir daerah Jawa Tengah adalah sebagai berikut:

Cokelat muda sebagai dasar lambang:Melambangkan keadilan dan kemakmuran masyarakat Jawa Tengah
Huruf Jawa Tengah berwarna merah:Melambangkan keberanian
Bintang segi 5:Melambangkan kepemimpinan luhur berdasarkan Pancasila
Sepuluh lidah api berwarna merah:Melambangkan dasadarma yang akan dipertahankan secara bersama
Padi dan kapas:Melambangkan keadilan dan kemakmuran
Keris berlekuk 3:Melambangkan Trisatya
Blencong / sumber api:Melambangkan sumber penerangan pada tingkah laku
Stupa:Melambangkan tingginya budaya Jawa Tengah
Cikal tunas kelapa:Melambangkan Pramuka sebagai cikal bakal bangsa Indonesia

Sapta Dharma

      Mengingat salah satu arti dari lambang PASUSKA Ambalan SMK Ma'arif 1 Kebumen adalah Segi Tujuh yang melambangkan Sapta Dharma, Saya Disini akan mempostingkan semampu saya mengenai Sapta Dharma.

     Sapta Darma adalah satu-satunya kerohanian di Indonesia, yang mewajibkan warganya menyembah Hyang Maha Kuasa dan menjalankan hidupnya berdasarkan tujuh kewajiban suci (darma). Wahyu Sapta Darma diterima oleh Bapak Hardjosapoero di Pare, Kediri Jawa Timur pada jam 01.WIB tgl. 27 Desember 1952 (malam Jumat Wage)

     Sapta Darma adalah sebuah aliran kerohanian yang berarti tujuh kewajiban suci. Penerima ajaran Sapta Darma adalah Hardjosapoero, nama aslinya Arjo Sopuro lahir pada tahun 1910 di Desa Semanding, sebelah Utara kecamatan Pare kabupaten Kediri. Bersekolah hanya sampai klas 3 Sekolah Dasar karena orang tuanya tak mampu membeayai. Pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang cukur. Tidak pernah berguru atau mencari ilmu pada kiyai atau ulama lain, seperti yang umumnya dilakukan oleh para mitranya.


HAL-HAL PENTING MENGENAI SAPTA DHARMA
1. Bapak Ardjo Sopuro sebagai Bapa Panuntun Agung Sri Gutomo, sebagai penerima wahyu, sebelum menerima wahyu bukan ahli mengobati dengan magnetisme, bukan dukun, pekerjaan Pak Arjo Sopuro sebagai tukang cukur. Berpendirian keras dan jujur serta dapat dipercaya. Karena sifatnya ini, beliau dipercaya para pedagang berlian untuk memnyimpan dagangannya jika mereka kemalaman dijalan. Informasi ini saya dapatkan dari Ibu Arjo Sopuro, isteri Bapak Arjo Sopuro pada tahun 1973. Justru setelah menerima wahyu, beliau mempunyai kemampuan untuk pengobatan dan banyak lagi kemampuan yang lain, begitu pula kejadiannya dengan warga Kerohanian Sapta Darma yang tekun ibadahnya, mereka akan mendapat anugrah berupa kemampuan lebih dari manusia umumnya bila mana sujudnya dijalankan dengan tekun.
2. Kerohanian Sapta Darma berdasar dari perijinan bukan kebatinan, melainkan Kerohanian bahkan ketika wahyu di terima Bapa Harjo Sapura atau Bapa Panuntun Agung Sri Gutomo berbunyi Agama Sapta Darma. Sewaktu Juru Bicara Panuntun Agung (Ibu Suwartini Martodiharjo SH., anggota MPR fraksi Utusan Daerah) bertemu Menteri Agama pada masa pemerintahan Presiden Soeharto tentang masalah perijinan, menyatakan bahwa beliau (Bopo Panuntun Agung Sri Gutomo) tidak pernah menyatakan diri sebagai nabi, sedang agama harus ada nabinya, maka jadilah Kerohanian Sapta Dharma. Kata 'Agama' yang tertulis pada "Agama Sapta Darma" tidak diartikan sebagai kata 'agama' pada umumnya, tetapi singkatan dari A= Asal mula kehidupan manusia dan gama = kama = bibit manusia yang suci.
3. Kerohanian Sapta Darma bukan pecahan dari agama manapun. Oleh karena itu Allah di dalam Kerohanian Sapta Darma bukanlah Hyang Widhi, karena Hyang Widhi adalah Allah pada Agama Hindu, dan tidak didirikan oleh bapa Hardjo Sapuro, melainkan datang dengan sendirinya kepada beliau.

WEWARAH TUJUH
Wewarah tujuh merupakan pedoman hidup yang harus dijalankan warga Sapta Darma. Isi dari Wewarah Tujuh adalah : Dalam bahasa Jawa :
Wewarah Pitu
Wajibing Warga Sapta Darma saben warga kudu netepi wajib:
1. Setya tuhu marang Allah Hyang Maha Agung, Maha Rokhim, Maha Adil, Maha Wasesa lan Maha Langgeng. 2. Kanthi jujur lan sucining ati kudu setya nindakake angger-anggering negarane. 3. Melu cawe-cawe acancut taliwanda njaga adeging Nusa lan Bangsane. 4. Tetulung marang sapa bae yen perlu, kanthi ora nduweni pamrih apa bae, kejaba mung rasa welas lan asih. 5. Wani urip kanthi kapitayan saka kekuwatane dhewe. 6. Tanduke Marang warga bebrayan kudu susila kanthi alusing budi pakarti, tansah agawe pepadhang lan mareming liyan. 7. Yakin yen kahanan donya iku ora langgeng tansah owah gingsir (anyakra manggilingan)
Dalam Bahasa Indonesia:
  • Setia kepada Allah Hyang ; Maha Agung, Maha Rokhim, Maha Adil, Maha Wasesa, dan Maha Langgeng
  • Dengan jujur dan suci hati melaksanakan perundang-undangan negaranya
  • Turut serta menyingsingkan lengan baju demi mempertahankan nusa dan bangsanya
  • Bersikap suka menolong kepada siapa saja tanpa mengharapkan balasan apapun, melainkan hanya berdasarkan pada rasa cinta dan kasih
  • Berani hidup berdasarkan pada kepercayaan atas kekuatan diri sendiri
  • Sikap dalam hidup bermasyarakat selalu bersikap kekeluargaan yang senantiasa memperhatikan kesusilaan serta halusnya budi pekerti, selalu menjadi penunjuk jalan yang mengandung jasa serta mamuaskan
  • Meyakini bahwa keadaan dunia itu tidak abadi dan selalu berubah-ubah (anyakra manggilingan - Jawa), sehingga sikap warga dalam hidup bermasyarakat tidak boleh bersifat statis dogmatis, tetapi harus selalu penuh dinamika.

    IBADAH

    Pemeluk Sapta Darma mendasarkan apa saja yang dilakukan sebagai suatu ibadah, baik makan, tidur, dsb. Tetapi ibadah utama yang wajib dilakukan adalah Sujud, Racut, Ening dan Olah Rasa.
    • Sujud, adalah ibadah menyembah Tuhan; sekurang-kurangnya dilakukan sekali sehari jika tdk melaksanakan maka terhitung mundur 40 hari hidupmu.
    • Racut, adalah ibadah menghadapnya Hyang Maha Suci/Roh Suci manusia ke Hyang Maha Kuwasa. Dalam ibadah ini, Roh Suci terlepas dari raga manusia untuk menghadap di alam langgeng/surga. Ibadah ini sebagai bekal perjalanan Roh setelah kematian.
    • Ening, adalah semadi, atau mengosongkan pikiran dengan berpasrah atau mengikhlaskan diri kepada Sang Pencipta
    • Olah Rasa, adalah proses relaksasi untuk mendapatkan kesegaran jasmani setelah bekerja keras/olah raga




SANGGAR
Tempat ibadah warga Sapta Darma disebut "Sanggar" dengan seorang Tuntunan yang ditunjuk sebagai pemimpin dan bertanggungjawab dalam membina spiritual warga di sanggar tersebut. Warga Sapta Darma mengenal dua nama sanggar yaitu "Sanggar Candi Sapto Renggo" dan "Sanggar Candi Busono". Sanggar Candi Sapto Renggo hanya ada satu di Jogjakarta, adalah pusat kegiatan kerohanian Sapta Darma. Sanggar Candi Busono adalah sanggar yang tersebar didaerah-daerah
PERKEMBANGAN SAAT INI
Pada tahun 1961, Sapta Darma telah mempunyai cabang di Jawa Timur, Tengah, Samarinda, Ciamis dan Lematang (Palembang).Pada tahun ini, pengikut Sapta Darma terbanyak di kota Semarang, junlahnya tidak kurang dari 1000 orang dan jumlah seluruhnya meliputi puluhan ribu orang. Dalam salah satu situs resmi sapta darma (terakhir diupdate oleh pemilik situs Yogyakarta, 10 Nopember 1985) dikatakan bahwa menyebar ke seluruh propinsi di Indonesia bahkan ke luar negeri.

Sejarah Singkat Pramuka Dunia


         ROBERT STEVENSON SMYTH LORD BADEN POWELL OF GILWELL lahir pada tanggal 22 Februari 1857 di London. Tahun 1910 Baden powell minta pensiun dari Tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral. Baden powell menikah dengan “OLAVEST CLAIR SOAMES” pada tahun 1912. Baden powell meninggal pada tanggal 8 January 1941 di Anyeri,Kenya,Afrika.
   
         Pada awal tahun 1908 Baden powell selalu menulis cerita pengalamanya sabagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya.kumpulan tulisanya itukemudian terbit sebagai buku “SCOUTING FOR BOYS”buku ini cepat tersebar keseluruh Negeri Inggris.bahkan di Negara-negara lainya dan berdirilah di mana-manaorganisasi Kepramukaan yang semula hanya untuk anak laki-laki berusia Penggalang yang di sebut “BOYS SCOUT”.

          Kemudian disusul berdirinya organisasi kepramukaan putri yang di beri nama “GIRL GUIDES” atas bantuan adik Perempuan nya yang bernama AGNES dan kemudianditeruskan oleh Nyonya Baden powell.Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia Siaga yangdisebut “CUB” (anak serigala) dengan buku “THE JUNGGLEBOOK” berisi cerita tentang “MOWGLI” anak didikan rimba(anak yang dipelihara dihutan oleh induk serigala) karangan “RUDYARD KIPLING” sebagai ceritera pembungkus Cub tersebut.
Tahun1918 Baden powell membentuk “ROVER SCOUT” pramuka usia Penegak untuk menampung mereka yangsudah lewat usia 17 tahun,tetapi masih senang giat dibidang kepramukaan.tahun 1922 Baden powell menerbitkan buku “ROVERING TO SUCCESS” mengembaramenuju bahagia yang berisi petunjuk bagi para pramuka penegak dalam menghadapi hidupnya,agar mencapai kebahagiaan.

          Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Sedunia di arenaOlimpiade London.Baden powell telah mengundang pramuka dari 27 Negara dan pada saat itu Baden powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (CIEF SCOUT OF THE WORLD).

Dasa Dharma

Pramuka itu :

1. Taqwa kepada tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin Trampil dan Gembira
7. Hemat, Cermat, dan Bersahaja
8. Disiplin, Berani, dan Setia
9. Bertanggung jawab dan dapat Dipercaya
10. Suci dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

Tri Satya (Penegak)


        Demi kehormatanku aku berjaji :

- Manjalankan kewajibanku terhadap tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
- Menolong sesama hidup dan ikur serta membangun masyarakat
- Menepati Dasa Dharma

Sabtu, 16 Agustus 2014

Pembukaan Pramuka

     Hari pertama menjadi Dewan Kerja SMK Ma'arif 1 Kebumen memang rasanya agak canggujg untuk mengajar para andik yang bandel-bandel tetapi kami para Dewan Kerja masa jabatan tahun 2014-2015 aakan selalu siap untuk menghadapi berbagai macam sifat andik sekarang.

     Re-Organisasi Jabatan Pengurus Dewan Baru Akan Dilakasanakan insya allah minggu depan setelah postingan ini.